Teori Produktivitas Kerja Yang Harus Anda Ketahui

Setiap organisasi baik yang berbentuk perusahaan maupun bentuk-bentuk lainnya tentu akan selalu berupaya agar setiap anggota yang terlibat di dalamnya dapat memberikan prestasi yang baik dalam mewujudkan tujuan yang diinginkan. Untuk mengukur tingkat prestasi seorang anggota dapat dilakukan dengan cara melihat teori produktivitas kerja anggota tersebut.

Produktivitas kerja merupakan suatu istilah yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi seseorang dalam mengubah input menjadi output yang diinginkan. Ukuran produktivitas biasanya dinyatakan dalam bentuk ratio yang membandingkan antara hasil output dengan jumlah input dalam proses produksi.

Teori Produktivitas Kerja Yang Harus Anda Ketahui

Menurut piagam OSLA yang diterbitkan pada tahun 1984 menyebutkan bahwa konsep teori produktivitas kerja terdiri dari lima macam. Masing-masing konsep tersebut akan kami bahas pada uraian di bawah ini.

  1. Produktivitas merupakan konsep secara universal. Hal ini berarti produktivitas kerja dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dengan sumber daya yang digunakan semakin sedikit.
  2. Produktivitas kerja dihitung berdasarkan atas pendekatan multidisiplin. Pendekatan ini secara efektif akan merumuskan tujuan rencana pembangunan dan pelaksanaan dari berbagai cara produktif. Cara-cara tersebut akan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien, namun tetap menjaga kualitas yang dihasilkan.
  3. Produktivitas kerja mengacu pada penggunaan ketrampilan modal, manajemen, teknologi, energi, informasi, dan berbagai sumber daya lainnya guna meningkatkan mutu yang berkualitas.
  4. Setiap masing-masing negara dengan kondisi, potensi, tujuan, serta kendala yang berbeda-beda akan memiliki tingkat produktivitas kerja yang berbeda-beda pula. Namun, masing-masing negara tersebut memiliki kesamaan dalam perihal pelaksanaan pendidikan dan komunikasi.
  5. Produktivitas kerja bukan lagi sekedar ilmu teknologi dan teknik manajemen saja, namun juga mengandung nilai filosofis dan sikap mendasar untuk meningkatkan motivasi agar terus berusaha mencapai kualitas yang lebih baik lagi.

Menurut Komarudin (1992), menyebutkan bahwasanya teori produktivitas kerja pada hakekatnya meliputi sikap yang senantiasa memiliki pandangan bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari hari kemaren. Tak hanya itu, produktivitas kerja juga menanamkan konsep bahwa hasil yang diraih esok harus lebih banyak dan berkualitas jika dibandingkan dengan hasil yang diraih hari ini. Dari segi filosofis, hal ini akan memberikan dorongan lebih untuk senantiasa berusaha dan mengembangkandiri.

Dharma (2004) menyebutkan bahwa teori produktivitas kerja dapat diukur melalui beberapa standar yang telah ditetapkan. Cara pengukuran atas produktivitas kerja tersebut dapat mencakup dalam tiga hal yang akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Kualitas yang menyatakan mutu yang harus dihasilkan oleh suatu perusahaan.
  2. Kuantitas, berarti banyaknya barang yang harus diselesaikan dan dicapai sesuai target yang telah ditentukan.
  3. Ketepatan waktu, berarti sesuai tidaknya waktu pengerjaan dengan estimasi waktu yang telah direncanakan.

Sementara itu, Umar dan Salinding juga menyebutkan bahwasanya ada dua dimensi pada produktivitas kerja, diantaranya:

  1. Efektivitas

Efektivitas berarti mengarah kepada pencapaian kerja yang maksimal. Pencapaian tersebut biasanya akan disesuaikan dengan target yang telah ditetapkan. Target tersebut akan berkaitan dengan kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu.

  1. Efisiensi

Efisiensi akan berkaitan dengan upaya membandingkan besarnya input dengan output yang dihasilkan.

Selain kedua dimensi di atas, Kusnedi (2011) juga menyebutkan dimensi lain yang ada pada produktivitas kerja, yaitu dimensi individu dan keorganisasian. Dimensi individu akan melihat tingkat produktivitas kerja dalam kaitannya dengan karakteristik pada masing-masing individu. Sedangkan dimensi keorganisasian akan melihat tingkat teori produktivitas kerja dalam kerangka hubungan antara input dan output yang dihasilkan.