listrik dalam perkembangan sejarah dunia

imege by google.com

Benfranklin 1752 percobaandenganmetode layang – layang yang sangat terkenal dengan menemukan lsirik, pada dasarnya listrik tidak di temukan secara langsung sempurna tapi secara berangsur angsur hingga sempurana, kembali pada ulasan asal – usul di temukanya lisrik meski pada kenyataanya perihal tesebut banyak sekali versinya.

kunjugi juga website kami juknis akreditasi sekolah

Pertama pada zaman mesir kuno teori akan adanya energi listrik telah lebih dulu ada dengan di temukanya batu batrai buatan mesir kuno sekan – akan menemunculkan pertanyaan apakah benar bangsa eropa yang telah menemukan listrik atau Yunani lebih dulu, ratusan kilo meter di daratan mesir ada pot aneh yang di temukan oleh arkeolog di iran, dan air berisi selinder tembaga yang di lem kedalam lubang yang berisikan aspal, yang di tengahnya terdapat sebuah besi di temukan pada tahun 1936 yang di percaya bahwa pot tesebut adalah elemen galvanic atau baterai yang kontruksinya merujuk pada terciptanya listrik, juga di kuil dendera di temukan cahaya, insiyur listrik norwegia relief yang di tampilkan yang bagian atasnya terlihat berkerja sebagai lampu, sebuah buku Lights of the Pharaohs telah menulis ilmu pengetahuann mesir tentang listrik oleh krassa dan habeck asal Australia.

Lalu muncul kembali bahwa yang menemukan listrik pertamakali itu seorang yang bernama thales cendekiyawan yunani bahwa, Listrik pada awalnyaasal usulnya bermula ketika di temukan oleh cendekiyawan Yunani bernama thales dengan cara batu ambar yang di gosokgosok hinggaakhirnya dapat menarikbulu, hingga bertahun tahun lamanya setelah kejadian tersebut banyaklah terjadi penemuan teori – teori mengenai listrik seperti oleh mereka William Gilbert, Joseph priestley, Charles De Coulomb, AmpereMichaelFarraday, Oersted, dan lain lain.

Berikutnya di lain cerita bahwa ada yang menyatakan penemu listrik adalah Michel faraday seorang ilmuan inggris yang medapatkan julukan bapak listrik karana berkat dia listrik menjadi sangat bermanfaat, ia lahir 22 september 1791 newington inggris.

Itulah beberapa teori sejarah tentang di temukana listrik, simpulnya ada tiga teori tentang di temukanya listrik, Listrik sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan sehari hari, lisrik sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan manusia dengan lisrik manusia memanfaatkanya sebagai sumber penerangan seperti lampu untuk menerangi guna hidup beraktivitas sehari – hari, lalu sebagai sumber energy karna dengan adanya listrik mampu menghidupi alat – alat elekronik, lisrik juga bisa di gunakan sebagai penghasil energi panas dengan adanya listrik manusia mampu membuat energy panas.

Listrik pula pada perkembangnya masuk ke Indonesia tahun 1897 oleh perusahaan Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM) di Batavia, di lanjut dengan berdirinya Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM) di Surabaya 1909, 1913 BEM, 1922 di bandung oleh perusahaan Gemeenschappelijk Electrisch Bedrif Bandoeng en Omstreken (GEBEO), singkat cerita pada tahun 1942 ANIEM berhenti dalam menangani listrik karna masuknya tentara jepang keindonesia dan berkuasa dan di ambil ali oleh jepang dan di beri nama Djawa Denki Djigjo Kosja yang nantinya berubah nama menjadi Djawa Denki Djigjo cabang perusahaan Hosjoden Kabusiki Kaisja tokyo, di Indonesia tersebut Djawa Denki Djigjo Sja di bagi 3 wilayah pertama jawa barat Seibu Djawa Denki Djigjo Sja kang kantornya di Jakarta Jawa Tengah diberi nama Tjiobu Djawa Denki Djigjo Sja semarang Jawa Timur diberi nama Tobu Djawa Denki Djigjo Sja Surabaya.

Pada masa perang dunia meyerahanya jepang pada sekutu 1945 para pemuda dan para buruh listrik  untuk mengambil alih listrik yang di kuasai jepang setelah itu mereka langsung mengambil tindakan dengan delegasi buruh listrik dan gas bersama pipinan komite nasional Indonesia KNIP berinisiyatif menyerahkan perusahaan lisrik kepda pemerintahan republic Indonesia, lalu presiden soekarno membentuk jawatan listrik dan gas di bawah departemen pekerjaan umum dan tenaga kerja 27 oktober 1945.